Berawal Dari Google Jatuh ke Ngaleut

 

Ngaleut Komunitas Aleut
Ngaleut Jejak revolusi

Kota Bandung  yang dikenal dengan kota dengan anak mudanya kreatif, berbagai inovasi dan kreasi tercipta dikota ini. Mulai dari Lifestyle, Fashion, maupun teknologi hadir dengan suasana yang anak muda banget.  Dengan banyaknya anak muda yang punya minat di dipassionnya  masing-masing mereka berkumpul dan menciptakan ruang nya sendiri yang disebut Komunitas. Ada komunitas skateboard,pecinta reptil, dan masih banyak lagi.

Salah satu yang menarik dan sudah kepoin di sosmed dan blog akhir-akhir ini adalah Komunitas Aleut. Berawal dari cinta, eh berawal dari pencarian melalui mbah google mengenai bangunan-bangunan kolonial di Bandung saya digiring oleh mbah google ke blognya Aleut ini. Berbagai informasi mengenai kota Bandung hadir di blog ini. Mulai dari sejarah kota Bandung disajikan dengan gaya yang anak muda banget. Dari sana saya mulai memantau pergerakan komunitas ini melalui sosial medianya, saya menjadi stalker layaknya seseorang yang coba mencari tau lebih tentang gebetannya. Karena saya masih ragu dan kurang yakin untuk bergabung dengan Komunitas Aleut ini, karena latar belakang saya yang tidak ada basic ataupun pengetahuan yang dalam mengenai persejarahan, maka saya bertapa dulu dikasur untuk meneguhkan hati ini yang mudah galau dan rapuh. 
Sampai akhirnya saya memberanikan diri untuk maju dan bergabung dengan bekal celana jeans dan kaos yang sudah di strika, tak luput juga saya pakai sepatu yang sudah disemir, dan secuil pomade yang mengkilapkan rambut saya, saya melangkah pasti bak selebrity hollywood berjalan ke kegiatan minggu pagi Aleut yang dinamakan ngaleut. Ngaleut pertama kali saya ikuti dengan tema jejak revolusi di Bandung. Ngaleut sendiri yang artinya adalah jalan beriringan, dan betul saja kegiatan ini dilakukan dengan berjalan kaki secara berkelompok dan beriringan untuk menjelajahi setiap ruang yang ingin di explore oleh Komunitas Aleut ini. Terbersit dibenak saya ketika pertama ngaleut ini akan terasa begitu serius dan kaku, tapi kenyataannya kegiatan ngaleut ini dibumbui dengan keakraban dan canda tawa, bahkan uniknya setiap ada penjual makanan, kawan-kawan aleut selalu jajan dulu untuk mengisi kekosongan diperutnya. Sungguh kegiatan yang menyenangkan namun tetap memberikan edukasi bagi setiap pegiatnya. Dan pada akhir kegiatan ngaleut selalu diadakan sharing, yaitu berbagi pengalaman apa saja yang didapat dari hasil ngaleut. 
Pengalaman saya mengikuti ngaleut ini cukup berkesan dimana tidak ada jarak antara pegiat yang lama dengan pegiat yang baru gabung. Ketika sesi sharing saya diberitahukan oleh pegiat Aleut Bung Arya selain ngaleut di Aleut ini ada kegiatan lain seperti , Bioskop Preanger, Kamisan dan Kelas Literasi.
Komunitas Aleut juga punya jargon ‘’Belum Ke Bandung Kalau Belum Ngaleut’’
  
Ngaleut Revolusi di Bandung
Sesi Sharing Setelah Ngaleut

Share your love
Rulfhi Alimudin
Rulfhi Alimudin

Pekerja teks komersial dan penggambar rumah. Berminat sejarah, sastra, sepakbola dan properti.

Articles: 164

Leave a Reply