3 Waralaba Kedai Kopi di Jepang Selain Starbucks

Sebagai tempat nongkrong yang cabangnya mendunia, Starbucks dari Seattle Amerika Serikat memang waralaba kedai kopi di Jepang paling populer. Namun tak sedikit pula kedai kopi waralaba yang berasal dari Negeri Sakura itu sendiri.

Nah, berikut ini tiga waralaba kedai kopi di Jepang:

1. Kedai Kopi Komeda (Komeda Koohii Ten)

Kedai Kopi di Jepang Komeda (Komeda Koohii Ten)
Foto: cocotame.

Waralaba kedai kopi di Jepang pertama adalah Kopi Komeda yang didirikan oleh Taro Kato di Nagoya pada tahun 1968.

Taro Kato membuka Komeda di sebuah bangunan toko bekas bisnis orang tuanya yang berjualan beras. Dalam bahasa Jepang, toko beras disebut Kome-Ya.

Kemudian namanya sedikit diubah menjadi Kome-Da ketika Taro memulai bisnis kedai kopi.

Nama Komeda juga sebagai penghargaan rasa terima kasih kepada ayah Taro Kato. Ayahnya mengijinkan Taro Kato untuk memulai dan memilih jenis bisnisnya sendiri.

Pada saat itu, biasanya bisnis orang tua akan diturunkan pada anaknya. Anak tidak punya pilihan lain untuk menjalankan jenis bisnis yang sudah dilakukan orang tua mereka sebelumnya.

Baca juga: Sejarah Uniqlo, dari Toko Keluarga Jadi Brand Fashion Global

Sistem frenchise diterapkan kedai kopi Komeda pada awal 1990. Sejak saat itu, kedai kopi Komeda mulai meluaskan sayap bisnisnya ke luar Nagoya.

Komeda mulai masuk wilayah Kanto tahun 2003, Kansai tahun 2006, Kyushu pada tahun 2013, menyusul Hokkaido dan Okinawa pada tahun 2016 dan 2018.

Selain itu kedai kopi di Jepang ini mempunyai “sister brand” bernama Sweet Café Thanks An. Sister brand ini telah membuka delapan gerai yang tersebar di berbagai kota besar di Jepang.

Tidak hanya di Jepang, gerai Komeda pun mulai merambah Tiongkok dan Taiwan.

cangkir kopi komeda kopi hitam black coffee
Foto: cocotame

Menu paling popular di Komeda Koohi Ten disebut Blend Coffee. Racikan khasnya yang mencampur empat biji kopi terbaik dari seluruh dunia dengan rasio takaran yang unik.

Rasa unik Blend Coffee Komeda dikenal dengan istilah Komeda Traditional Blend. Blend Coffee Komeda tampak mewakili ide dari sang founder, Taro Kato.

Taro Kato menginginkan satu rasa kopi yang biasa dan sederhana namun tetap dapat dinikmati dengan percaya diri.

Selain Blend Coffee, Rice Black juga populer di antara pelanggan Komeda. Rice Black menyuguhkan keasaman yang elegan, kekayaan rasa yang mendalam, dan tentu menyegarkan.

2. Kedai Kopi Ueshima (Ueshima Kohii Ten)

ueshima coffee ten kedai kopi di jepang
Foto: Minna Ranking (みんなランキング)

Ueshima Kohii Ten, sesuai namanya didirikan oleh Tadao Ueshima di Kobe pada tahun 1933 (Periode Showa).

Kedai kopi di Jepang ini dikenal dengan suasana gerai kopinya yang masih mempertahankan suasana jaman Showa, hangat sekaligus menyuguhkan nostalgia masa lalu yang indah di Jepang.

Suasana hangat dan nostalgis ini tampak dari desain interior gerainya, kursi-kursi, bahkan cangkir yang memang didesain oleh seorang desainer terkenal Jepang berkelas internasional bernama Sori Yanagi.

Sori Yanagi juga dikenal sebagai tokoh modernisme di Jepang.

Sang founder Tadao Ueshima memang bercita-cita ingin menghadirkan kopi yang bisa dinikmati semua orang. Tampaknya, keinginannya itu bisa dibilang sudah terwujud, mengingat kedai kopi Ueshima telah berkembang ke segala penjuru Jepang.

Ueshima membuka pertanian sendiri di Hawaii dan Jamaika. Dan termasuk salah satu kedai kopi yang mengenalkan kopi dalam kehidupan orang Jepang yang lebih terbiasa dengan minum teh.

Video: KHON2 News

Di bawah naungan perusahaan UCC (Ueshima Coffee Co.), Ueshima tidak hanya bergerak di bidang kedai kopi saja, namun proaktif dalam menjualnya dalam bentuk kopi kaleng dan kopi instan.

Pada tahun 2008 Ueshima mengakuisisi Kohikan, kedai kopi kompetitornya. Setelah itu, Ueshima menempati posisi tiga terbesar dalam jumlah gerai kedai kopi di Jepang, setelah Dotall dan Starbucks.

Salah satu kekhasan kopi Ueshima adalah metode ekstraksi yang memakai metode Nel Drip. Nel Drip adalah metode esktraksi dari Perancis yang menggunakan kain flanel sebagai filter untuk mengekstraksi kopi.

Tekstur kain flanel dipercaya dapat memaksimalkan kelezatan kopi, karena dapat mengekstrak lebih banyak komponen seperti lemak dan minyak yang tidak dapat diekstrak menggunakan filter kertas.

Saking kuatnya keterikatan antara kopi Ueshima dengan metode Nel Drip, Ueshima bahkan telah mengembangkan alat Nel Drip-nya sendiri.

3. Kedai Kopi Kohikan

Kedai Kopi Kohikan
Foto: 1goten.

Kedai kopi Kohikan didirikan oleh Kunio Manabe di Jimbucho, Tokyo pada bulan April 1970. Kunio Manabe berasal dari Hokkaido, ia mulai membangun satu dua bisnis miliknya ketika duduk di bangku universitas di Waseda.

Di usianya yang masih terbilang muda ia sudah menjalankan bisnis kedai kopi kecil-kecilan dan bisnis restoran. Kepiawaiannya di bidang bisnis, menjadikan Kunio Manabe kerap menjadi pembicara di media-media Jepang soal bisnis.

Sejak Kohikan didirikan, Kunio Manabe menerapkan moto dalam usaha kedai kopinya ini, “sepenuh hati dalam secangkir kopi.”

Moto yang begitu sarat keikhlasan, terlihat dari keunikan kedai kopi ini; setiap cangkir kedua (refill) akan diberi setengah harga. Selain itu yang dianggap unik lainnya adalah setiap kopinya di-roasting di atas arang.

Bulan Juni 1972, Kohikan memulai rantai bisnis waralaba kedai kopinya. Sampai tahun 2008 bergabung dengan Ueshima Coffee Co. Dan kini sudah lebih dari 200 gerai Kohikan berserakan di seantero Jepang.

Penasaran untuk mencoba racikan kopi yang khas dari tiga kedai kopi di Jepang tersebut? Bagi yang belum punya kesempatan untuk ke Jepang, bisa dicoba dulu racikan dari Kopi Bandung yang tak kalah nikmatnya!


Referensi:

Share your love
Padma Ayu
Padma Ayu

Perakit kata dan perajut makna.

Articles: 7

24 Comments

  1. Kak apakah budaya ngopi di Jepang juga sepopuler di Indonesia ya? Terus apakah kedai kopi di Jepang juga bisa untuk bersantai seperti di Indonesia? Karena sependek pengetahuanku sih budaya Jepang enggak suka santai-santai kayak disini hehe

  2. Menarik artikelnya nih, aku tertarik sama kedai Kopi Ueshima ini. Di antara ketiga ini yang paling ku suka yang Kedai Kopi Ueshima. Tapi semuanya sama2 punya keunikan dan filosifisnya masing2 ya..

  3. Aku suka nontonin vlog Jerome jd suka vibes jepang resto gt. Kulinernya juga mantap. Bagi penikmat kopi wajib bgt nih cobain kedai coffee di atas. Aku skg menikmati kopi lokal dulu sebelum terbang ke Jepang hhi

  4. Seru banget kali yaaa ngopi di cofee shop Jepang, kebayang interiornya yang vibe-nya nyaman banget. Pasti bakal betah deh. Sejauh ini aku cuma seringnya tau restoran Jepang aja, ternyata kedai kopinya juga banyak yaa

    • Suasananya tentu berbeda, Kak..
      Terimakasih banyak Kak udah menyempatkan mampir di artikel kami..:-)

  5. aaaaaah, Jepang jadi negara tiga besar yang pengin aku kunjungi selain Korea dan Australia. huhuuu semoga ada kesempatan ke sana dan ngopi di tempat-tempat ini :’)

    btw foto Kedai Kopi Ueshima keren 😀

  6. Kedai Kopi Ueshima ini sepertinya menarik untuk dicoba. Gak menyangka kalau di jepang bisnis kopi bisa juga berkembang, yah..

    Padahal sependek yang saya tahu, orang jepang biasanya efisien dalam manajemen waktu.

    Atau mungkin kedai kopi ini dimanfaatkan sebagai tempat bersantai saat libur di akhir pekan?

    • Betul Kak, saat dirasa ada waktu luang bisa nongkrong, tapi gak lama-lama kayanya. hihihi.
      Bagi orang Jepang, kedai kopi bisa dimanfaatkan untuk nge-date juga..:-))

  7. Tiga kedai kopi pilihan nih ya.
    Bisa jadi rekomendasi saat di lokasi, biar gak bingung mau nyeruput kopi dimana

    • Minuman apapun bisa aman, selama tidak berlebihan..:-) thank you udah mampir di artikel kami kak..

Tinggalkan Balasan