Blog Ditolak Google AdSense? Cek 10 Penyebab Ini!

Google AdSense merupakan salah satu sumber penghasilan utama oleh para blogger. Namun, tidak sedikit dari para blogger yang masih belum paham mengenai kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh program periklanan dari Google ini.

Banyak blogger yang gagal dalam pengajuan permohonan untuk menampilkan iklan Google AdSense pada blog mereka. Akhirnya, para blogger yang gagal dalam pengajuan tersebut memilih untuk berhenti dalam dunia blogging.

Lalu apa saja yang memungkinkan menjadi penyebab blogger-blogger gagal dalam pengajuan tersebut? Yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Konten Masih Sedikit

iu laptop google adsense

Sama halnya dengan acara di TV, sponsor tidak akan datang bila acara yang ditampilkan sangat minim atau sangat singkat.

Jika biasanya untuk satu acara TV minimal antara 30-60 menit, maka dalam dunia blogging minimal dalam 1 konten yaitu di atas 500 kata.

Sedangkan minimal konten dalam 1 blog biasanya di atas 30 agar dapat diterima oleh program Google AdSense.

Selain itu, Google AdSense juga akan menolak blog yang hanya menampilkan gambar atau video saja tanpa sepatah kata apapun. Meski kadang-kadang hanya dengan gambar atau video saja dapat lebih mudah dipahami.

Seharusnya, dalam membuat tulisan semua orang bisa, namun karena sifat pemalas itulah yang menghambat mereka untuk melakukannya.

2. Konten Hasil Copas

Tidak sedikit dari para blogger yang menghalalkan segala cara demi memperbanyak jumlah postingannya. Seperti halnya menyalin konten orang lain, lalu konten tersebut plek ditempatkan ke blog miliknya. Ini yang biasanya dikenal dengan sebutan plagiat.

Sebenarnya, hal ini memang patut untuk dilarang karena orang lain yang telah bekerja keras untuk membuat konten tersebut, sedangkan blogger-blogger pemalas lainnya seenaknya hanya copas konten milik orang lain tersebut.

Meski begitu, banyak juga blogger-blogger lain yang berbaik hati untuk mengizinkan blogger lain copas konten miliknya. Tapi ingat, jangan lupa untuk diedit, karena jika persis sama maka Google AdSense akan menyatakan konten tersebut sebagai hasil plagiat.

3. Terlalu Banyak Topik

Umumnya, jika blogger masih pemula dan belum tahu apapun mengenai dunia blogging, dia akan menerbitkan konten-konten apa saja yang dia inginkan tanpa mempedulikan topik dari konten miliknya.

Padahal sebaiknya, untuk satu blog harus punya satu topik pembicaraan utama. Contohnya seperti blog tentang dunia teknologi atau kesehatan atau travel ataupun topik pembicaraan lainnya.

Dalam kasus yang seperti ini, biasanya para blogger akan menamai blog mereka dengan sebutan blog gado-gado, semuanya dicampur dalam satu paket biar enak katanya.

Maka dari itu disarankan bagi blogger pemula jika berkeinginan terjun ke dunia blogging lebih baik menggunakan satu topik saja dalam mengelola satu blog.Mengklik atau melihat konten sendiri terus-menerus.

Baca juga: 7 Topik Blog yang Paling Sering Dikunjungi Pembaca

4. Tampilan Blog Acak-acakan

Tampilan blog cukup berpengaruh dalam lolos tidaknya seorang blogger saat review Google AdSense.

Tampilan blog yang tersusun rapi akan menambah poin dan meningkatkan peluang kelolosan pada saat review. Sama seperti ketika kita pergi ke minimarket, semua produknya pasti akan terlihat tersusun rapi, begitu juga dengan tampilan blog.

Jika tampilan blog nyaman dipandang pengunjung pun tak segan untuk datang kembali atau bahkan mengajak pengunjung lainnya.

5. Kurang Menu Navigasi

Menu navigasi seperti Home, About, Contact, ataupun Sitemap memang sangat perlu untuk ditambahkan.

Halaman ini berguna agar pengunjung dapat mengenal dengan mudah tentang blog kita, mudah dalam berkomunikasi jika pengunjung menemukan masalah saat menjelajahi blog kita, dan memudahkan para pengunjung mengakses seluruh bagian blog.

Namun karena sering diremehkan dan dianggap tidak penting, banyak blogger yang tidak menambahkan menu navigasi ini dan akhirnya gagal ketika pengajuan Google AdSense.

6. Blog Terlalu Lemot

ji chang wook melting me softly laptop

Sebagus apapun dan sebanyak apapun konten yang kita miliki, jika pengunjung gagal dalam mengakses blog kita karena pemuatannya terlalu lama, secara otomatis pengunjung akan membatalkan minatnya untuk mengakses blog kita.

Biasanya ini disebabkan karena penggunaan widget yang berlebihan dan sebenarnya tidak diperlukan, serta penggunaan kode HTML/Javascript yang berlebihan.

Pada akhirnya, pengunjung dari blog kita akan menurun dan menyebabkan blog sudah tidak laku lagi, dan Google AdSense pun menilai buruk pada hal tersebut, sehingga memilih untuk menolak pengajuan yang telah kita serahkan.

7. Sedikit Pengunjung

Kurangnya pengunjung di blog kita dapat mempengaruhi hasil dari pengajuan Google AdSense, sehingga lebih condong ke pilihan tidak lolos.

Tentu saja yang perlu kamu pelajari adalah soal Search Engine Optimization (SEO), untuk mendatangkan pengunjung organik dari mesin pencari Google.

Selain itu, agar pengunjung dapat meningkat di blog kalian, rajin-rajinlah melakukan promosi blog kalian di media sosial seperti Facebook dan Twitter, ataupun media sosial lainnya.

Bisa juga dengan mengunjungi blog dari blogger lain lalu menambahkan link blog kita pada saat mengomentari konten mereka di kolom komentar.

8. Salah Menempatkan Iklan

Sebaiknya, memilih posisi iklan yang direkomendasikan oleh blog kita lalu Simpan Setelan. Namun karena biasanya menampilkan tempat iklan secara otomatis dapat tidak sesuai dengan template blog yang kita gunakan.

Jangan khawatir mengenai iklan yang belum tampak karena memang iklan tersebut belum disetejui oleh Google AdSense untuk ditampilkan, jadi kalian hanya akan melihat terdapat bagian-bagian dari blog yang blank/putih saja.

Ingat! Pengaturan penempatan iklan ini dilakukan sebelum melakukan pengajuan tahap kedua, dan setelah melakukan pengajuan jangan coba-coba untuk mengaturnya kembali atau kalian akan dinyatakan tidak lolos oleh program Google AdSense dikarenakan dicap sebagai blog yang masih sedang dalam pembuatan.

9. Mengedit Tampilan Blog Saat Masa Pengajuan

Sama seperti yang saya jelaskan pada poin sebelumnya, mengutak-atik atau melakukan pengaturan penempatan ulang pada tampilan blog dapat menyebabkan kita tidak lolos dalam pengajuan Google AdSense.

Sama halnya dengan mengatur ulang tempat iklan, mengatur ulang bagian-bagian blog seperti widget, menambahkan kode atau menghapus kode pada menu Tema di blog juga akan berpengaruh dalam hasil yang akan kita dapatkan.

Maka dari itu, sebelum melakukan pengajuan tahap kedua lakukanlah pembenahan pada semua bagian blog sampai benar-benar selesai, baru setelah itu melakukan pengajuan.

10. Menggunakan Jasa Traffic Exchange

Tidak sedikit dari para blogger yang menggunakan situs ataupun software Traffic Exchange demi meningkatkan pengunjung mereka secara drastis dan otomatis.

Biasanya hal ini dilakukan oleh para blogger pemula yang tidak mengetahui kebijakan-kebijakan dari program Google AdSense.

Baca juga: Apa itu Jingling? Ini Bahaya untuk Blog Kamu


Sebenarnya, ada banyak faktor yang membuat blog kita tidak diterima oleh Google AdSense. Meski begitu, jika menolak pengajuan dari kita, Google akan mendukung dengan mengirimkan kekurangan-kekurangan yang ada di blog kita.

Jadi setidaknya, ada patokan yang dapat kita jadikan perbaikan untuk memperbaiki kekurangan yang ada pada blog kita dan tentunya setiap blogger memiliki kekurangan mereka masing-masing.

Sekian untuk postingan kali ini, semoga tips-tips yang saya berikan dapat bermanfaat dan jangan putus asa dalam melangkah meraih kesuksesan.

Share your love
Arif Abdurahman
Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial asal Bandung, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan otaku yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

Articles: 266

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *