7 Langkah Sukses Daftar Blog di Google AdSense

Google AdSensese memang jadi primadona bagi para blogger maupun Youtuber karena penghasilannya yang lumayan besar, dan terbukti membayar penggunanya.

Google AdSensese merupakan layanan periklanan oleh Google yang berfungsi untuk menampilkan iklan di blog, youtube, aplikasi, ataupun tempat lainnya. Dan jika seseorang mengkliknya atau hanya sekedar melihat maka akan memberikan penghasilan.

Pendapatan itu nantinya dapat ditarik secara tunai melalui rekening bank atau kartu kredit jika minimal penarikannya sudah tercapai, untuk Indonesia biasanya Rp1.300.000.

Namun untuk mendapatkan itu semua diperlukan suatu proses yang terbilang lama dan juga tentu sulit untuk diraih. Berikut adalah hal-hal yang harus kamu ketahui agar dapat mendaftarkan blog kamu di Google AdSense, juga syarat-syarat agar dapat memenuhi kriteria.

1. Menulis Artikel Berkualitas, Unik, dan Menarik

blogging laptop low value content google adsense

Memiliki artikel yang tergolong biasa-biasa saja tentu tidak dilarang. Meski begitu, program Google AdSense akan memberikan poin lebih kepada blog yang memiliki artikel berkualitas, bukan hasil copas apalagi yang memiliki hak cipta, unik, dan tentunya menarik.

Perlu diingat bahwa AdSense tidak akan menampilkan iklannya, bahkan menolak blog yang berisi artikel dan konten terlarang seperti soal perdagangan senjata, pembunuhan, pelecehan, pornografi, narkoba, dan sejenisnya.

2. Blog Minimal Aktif Selama 6 bulan

Meski sebenarnya hal ini hanya berlaku di beberapa lokasi di dunia, namun tidak sedikit dari beberapa blog yang baru aktif beberapa hari sudah dapat mendaftar di Google AdSense.

Berdasarkan pengalaman saya sendiri, saya juga pernah mengalami hal yang sama. Seperti blog yang sudah saya buat yang usianya bahkan belum sebulan, namun sudah dapat didaftarkan di AdSense padahal blog itu sendiri masih merupakan blog demo untuk tes eksperimen.

3. Tampilan dan Menu Navigasi di Blog

Menu navigasi merupakan menu-menu yang memudahkan pengunjung untuk mengakses suatu blog. Contohnya seperti tab menu bar atau dropdown, menu navigasi di atas header, sidebar, maupun footer, serta menu navigasi halaman.

Menu dan halaman navigasi itu meliputi info kontak, privacy policy, sitemap, profil, widget search dan yang sejenisnya.

Tampilan blog yang rapi akan menjadi poin tambahan lain ketika kita akan melakukan pengajuan pada Google AdSensese, sehingga dapat diterima dengan mudah.

Kamu dapat merapikan sekaligus memperindah tampilan blog dengan cara otomatis seperti mengunduh tema, walau setelah diunduh kamu masih harus tetap mendesainnya ulang sesuai data diri dan blog kamu. Atau bisa juga memesan tema premium.

Perlu diingat, ketika kamu sedang dalam proses pengajuan tahap 2 Google AdSense, jangan sekali-kali untuk menyentuh, mendesain atau mengedit tampilan, atau bagian dari blog kamu.

Hal ini karena program AdSense akan menganggap blog kamu masih sebagai sebuah kerangka, dan akhirnya gagal dalam pengajuan tersebut. Maka dari itu, sebelum melakukan pengajuan, perbaiki seluruh bagian dan tampilan blog hingga selesai.

4. Usia Blogger Minimal 18 Tahun ke Atas

Usia 18 tahun ke atas dianggap dewasa dan dianggap sudah memiliki pemikiran yang matang serta rasa tanggung jawab. Sehingga, program AdSense menetapkan peraturan ini agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang belum dewasa.

Meski begitu, tidak sedikit dari para blogger yang memanipulasi umurnya pada akun Google.

5. Memiliki Trafik yang Memadai dan Asli

Jumlah pengunjung juga berpengaruh dalam pemenuhan syarat dari Google AdSensese, jumlah pengunjung yang banyak dan asli dapat membuat blog kamu mudah untuk diterima.

Contoh dari pengunjung palsu seperti para blogger yang yang terus-menerus melihat artikelnya sendiri, atau coba-coba memakai bot.

Perlu diingat juga bahwa menggunakan situs Traffic Exchange merupakan pelanggaran kebijakan dari program AdSense karena dianggap sebagai pengunjung palsu. Selain itu tidak aman untuk blog, rentan kena hack dan dimasuki virus.

6. Blog Harus Memiliki Niche

Memiliki niche atau topik pembahasan utama dalam suatu blog memang sangat penting, karena niche inilah yang akan menggambarkan seperti apa dan tujuan apa dari blog yang akan kita bangun nantinya.

Memiliki lebih dari satu niche atau yang biasa disebut blog gado-gado tentu akan sangat merugikan, seperti rentannya blog untuk tidak diterima oleh program Google AdSense.

Hal ini dikarenakan blog dianggap tidak jelas asal-usulnya serta tujuannya dan dapat meresahkan pengunjung. Maka dari itu, sebelum membuat blog lebih baik pertimbangkan terlebih dahulu niche apa yang akan digunakan, seperti tentang dunia teknologi, tentang kesehatan dan kecantikan, atau bisa juga tentang travel, dan masih banyak lagi jenis niche lainnya.

Baca juga: 12 Niche Blog yang Perlu Kamu Pertimbangkan

7. Butuh Kesabaran dan Konsistensi

Selama membangun sebuah blog diperlukan sebuah kesabaran dalam segala aspek, begitu juga nantinya ketika kamu melakukan pengajuan untuk pendaftaran AdSense yang dalam prosesnya terbilang sangat lama, mulai dari berjam-jam, berhari-hari, bahkan sampai berbulan-bulan.

Selain kesabaran, diperlukan juga sebuah keberuntungan. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, walau blog masih terbilang baru namun sudah dapat didaftarkan di AdSense. Bukan hanya itu, banyak dari para blogger yang mengalami hal serupa bahkan dapat lebih cepat, baik dalam pendaftaran AdSense maupun dalam prosesnya.


Itulah hal-hal yang menurut saya secara garis besar harus kamu ketahui agar dapat mendaftarkan blog di Google AdSensese, dan juga merupakan syarat-syaratnya.

Share your love
Arif Abdurahman
Arif Abdurahman

Pekerja teks komersial asal Bandung, yang juga mengulik desain visual dan videografi. Pop culture nerd dan otaku yang punya minat pada psikologi, sastra, dan sejarah.

Articles: 264

Tinggalkan Balasan